Penasaran (6)
Teruntuk kamu, yang kini tengah bersembunyi di suatu tempat, aku sudah tahu siapa kamu. Tentang apa yang selama ini kamu sembunyikan, tentang apa yang menjadi sumber permasalahanmu, tentang siapa keluargamu dan dimana alamatmu (meski tidak terlalu detail), bahkan tentang rasa penasaran dan ketidak-yakinanku akan semua ucapan yang pernah kamu lontarkan.
Ya, aku sudah tahu semuanya.
Kamu tidak perlu tahu darimana aku bisa mendapatkan semua informasi itu. Karena jika kuceritakan, kamu pasti akan terkejut. Sebuah cara "iseng" yang sungguh tidak kusangka malah menjadi jalan untuk membuka segalanya.
Tuhan itu maha baik. Disaat aku penasaran dan benar-benar ingin tahu kebenaran dibalik semua sandiwara ini, Tuhan tunjukkan segalanya. Tuhan bukakan jalan untukku. Bahkan saking baiknya Sang Maha Pencipta, informasi yang sifatnya sangat "pribadi" sekalipun, aku juga tahu! Hmmm yaa... Sebelumnya aku minta maaf untuk yang satu ini. Mengetahui rahasia pribadimu sebenarnya tidak masuk dalam rencanaku. Sungguh! Aku tidak pernah bermaksud untuk mengorek sampai sejauh itu. Informasi itu muncul begitu saja secara cuma-cuma dan hal itu sukses membuatku SHOCK! Yaa aku sangat shock, saat urusan sensitif itu tersaji begitu saja di depan mataku!
Sekali lagi, aku minta maaf. Itu benar-benar diluar kemauanku. Entah apa maksud Tuhan menunjukkan sampai sejauh itu. Tapi kamu tidak perlu khawatir, aku berjanji tidak akan pernah membocorkan hal itu pada siapapun. Meski di dada ini aku masih menyimpan kebencian yang luar biasa hebat pada kamu, tapi untuk yang satu ini, kupastikan akan menutup mulut rapat-rapat.
Yaa, kamu, pria jahat yang kini menghilang entah kemana, sebagian besar rasa penasaranku sudah terjawab. Meski ada beberapa hal yang masih terlihat samar-samar, tapi, aku cukup berterima kasih karena berkat keisenganku tersebut, aku jadi mengenal keluarga kamu :)