Akhirnya Aku Melihatmu (Kembali)

Tadi sore, ketika aku sedang menemani mamaku mencari takjil, aku melihat seseorang. Seseorang yang terakhir kali kutemui ditahun 2016, tepat dihari ulang tahunnya.

Menyapanya??? Tentu saja tidak!

Aku hanya menatapnya dari kejauhan. Berusaha meyakinkan penglihatanku terlebih dahulu sebelum akhirnya jantung ini berdebar cukup keras begitu tahu ternyata itu benar-benar dia. Lagipula dia juga belum tentu kentara denganku seandainya pun posisi kami berpapasan, karena tadi aku memakai hijab dan juga masker yang menutupi hampir separuh wajahku.

Tuhan... 3 tahun sudah aku tidak bertemu dia. Tidak ada yang berubah darinya. Postur tubuh dan garis wajahnya masih tetap sama seperti yang kulihat terakhir kali di bulan Februari waktu itu. Yaa, dia masih sama seperti yang dulu. Terkecuali..... Sikapnya (padaku) :)

Aku sempat berkhayal, bagaimana seandainya tadi kami benar-benar berpapasan muka?? Apa yang harus aku lakukan?? Tersenyumkah?? Pura-pura menyapa seperti biasa seolah tak ada masalah, atau justru malah membuang muka??? Aakkhh untungnya tadi posisi kami berseberangan. Tuhan masih sangat baik tidak mempertemukan aku secara langsung dengan dia. Jika tidak, aku pasti sudah mati gaya. Apalagi tadi kulihat dia mendatangi tempat yang sebelumnya kudatangi bersama mamaku. Haduuhhh... Seandainya tadi aku telat sedikiiitttt saja keluar bersama mama, aku yakin pasti bakal kejadian pertemuan tak sengaja antara aku dengan si dia. Karena waktunya itu benar-benar pas.

Sejujurnya aku benci ada dikondisi ini. Menyimpan satu kesalahan pada orang lain dan belum ada kata maaf secara langsung dariku. Hmmm yaa... Aku sudah pernah meminta maaf sebelumnya, tapi hanya via chat. Tapi tetap saja, bagiku itu belum cukup. Aku benar-benar menyesal pernah melakukan kesalahan bodoh seperti itu pada dia dan akhirnya malah membuat kami jadi seperti ini. Aku ingin meminta maaf secara langsung, menjelaskan semuanya secara terperinci tapiiii.... :(

Sungguh, ini benar-benar tidak enak. Aku bagai dikejar-kejar dosa. Perasaan tidak enak seketika langsung menyeruak di hati dan pikiran ini tiap kali terbayang kesalahan bodoh yang pernah kulakukan diwaktu dulu. Dan sudah sepantasnya aku bersyukur bahwasanya Tuhan masih baik padaku untuk tidak memunculkan dia secara langsung di depan mukaku :')

Thanks God for saved me! :')

Popular Post!

Bawa Aku Pergi dari Sini

Aku Tidak Suka!

Untuk Apa???