Untuk Apa???
Teruntuk kau pria masa laluku,
Kita tahu bahwa antara kita tak akan pernah berkembang ke arah yang lebih serius. Dan kita juga sudah sadar bahwa tak akan ada kata "happy ending" untuk hubungan yang pernah kita jalin di waktu dulu.
Lantas, apa yang masih ingin kau pertahankan?? Padahal sudah jelas semesta telah menolak bahkan mungkin mengharamkan hubungan ini. Kita tak akan pernah bisa bersatu!
Miris. Miris memang.
Benar kata orang-orang, tidak baik memaksakan sesuatu yang memang pada dasarnya tidak bisa disatukan. Akan ada pihak-pihak yang tersakiti karena pemaksaan tersebut. Seperti kita contohnya. Harusnya dari dulu kita menyadari bahwa tak ada garis jodoh di antara kita. Semua petunjuk itu sudah jelas. Namun pada waktu itu kita masih memaksakan kehendak untuk tetap berpacaran. Dan lihat sekarang??? Apa kita bisa melangkah ke jenjang pernikahan??? Apa masih ada cara bagi kita untuk benar-benar bisa bersatu secara halal di mata Tuhan???
Tentu saja, jawabannya sama, sudah tidak bisa lagi!
Bak kisah dari negeri dongeng, kita berdua ini sudah dikutuk. Takdir jelas menuliskan bahwa kita harus saling memisahkan diri. Menjauh sejauh-jauhnya. Sayangnya, selama ini kita tidak tegas dalam mengambil keputusan. Kita selalu ragu dan pada akhirnya kembali menuliskan sejarah yang sama.
Mau sampai kapan begini terus???
Jujur aku lelah. Aku ingin benar-benar bisa terbebas dari jerat ini. Tapi kau! Kau selalu saja mencariku, selalu berusaha menarikku ke dalam pusaran masa lalu! Hei, sadarlah! Ikatan diantara kita itu sudah hancur, tak bisa disambungkan lagi. Jangan terus-terusan menarikku! Jangan terus-terusan memaksaku! Aku lelah terus kau perlakukan seperti ini. Kau bersumpah, tapi kemudian kau menjilat ludahmu sendiri!
Kau benar-benar tak berakal!
Sadarlah hei, sadarlah! Perasaanku padamu saat ini benar-benar hambar. Jika dulu aku begitu antusias dengan keromantisanmu, tapi tidak lagi untuk sekarang. Entahlah, semua kebanggaanku dulu seakan semuanya memudar bahkan hilang sama sekali. Aku yg dulu begitu mengelu-elukanmu, sekarang malah tidak mau peduli sama sekali. Mungkinkah karena kebencian, atau mungkin terhapus oleh pria lain yg saat ini menguasai pikiranku. Aku tak tau pasti. Tuhan seperti menghapuskan semua jejak-jejak indah yg pernah terekam di memoriku, lalu menggantikannya dengan sesuatu yg begitu hambar dan kosong.....
Tegaslah! Kita harus akhiri semua drama-drama memuakkan ini. Terutama kau! Karena selama ini kaulah dalang di balik sejarah yg kerap berulang kali terjadi! Apa kau tidak bosan, hah??? Mau sampai kapan??? Dan untuk apa terus-terusan memaksakan kehendak sementara kau sendiri juga tau, tak akan ada perkembangan apapun di antara kita. Untuk apa??? Untuk apa coba??? Tindakanmu itu benar-benar suatu kesia-siaan belaka! Kumohon, lepaskan aku! Dan enyahlah bersama jutaan kenangan yg sudah dikikis perlahan oleh Tuhan!