Jatuh Cinta Tidak Segampang Itu

Beberapa hari kemarin, aku menghadapi sebuah percakapan yang cukup mengusik privasi dengan sepasang suami istri yang sudah kuanggap sebagai orangtuaku sendiri selama hampir 2 tahun ini. Mereka bertanya perihal kedekatanku dengan seseorang. Anggap saja dia X.

"Mia pacaran yaa dengan si X??"

"Hah??? Iihhh... Gak lah, pak! Orang kita cuma temenan biasa kok."

"Loh, kenapa gak pacaran aja?? Lagian kan dia sudah punya kerjaan tetap, alim pula, agamanya kuat. Dan juga, dia keliatannya SUKA tuh sama Mia. Cuma emang masih keliatan ragu-ragu sih, masih belum yakin betul dianya. Tapi kentara kok kalo dia itu suka sama kamu. Kenapa gak coba kamu pepet balik aja?? Maksudnya, kamu duluan yang mulai. Karena kalo mau nungguin dia yang ngomong duluan, kelamaan. Gak bakal maju-maju. Sayang loh, kapan lagi bisa dapetin cowok kayak gitu. Lagipula, kalian sudah sama2 dewasa. Udah waktunya buat nikah."

Gleg!

Dalam hati aku ketawa. Benar-benar ketawa ngakak. Karena menurutku, statement yang dikeluarkan si bapak ini luaaarrr biasa konyol.

Ya Tuhan, bisa-bisanya si bapak punya pemikiran demikian. Menyimpulkan dengan entengnya sikap "berbeda" yang ditunjukkan seseorang kepada kita sebagai perwujudan rasa suka.

Seenteng itu, pak?? Hellooowww???

Belum lagi saat beliau mengajari aku beberapa cara "licik" buat menggaet si X ini agar dia bener-bener kepincut sama aku. Karena si bapak "sepertinya" mengira kalau aku juga ada rasa sama si tuan X. Makanya beliau berani ngomong begitu ke aku.

Hah! Lelucon macam apa ini???

Pak, bu... Dengar!

Tidak semua orang yang menunjukkan perhatiannya ke kita, menunjukkan kepedulian yang luar biasa hebat, itu bisa diartikan sebagai wujud rasa suka. TIDAK! Tidak seperti itu! Si X memang tampak perhatian ke aku, peduli ke aku, tapiiiii.... Itu semua BUKAN BERARTI kalau dia suka sama aku. Begitupun sebaliknya, saat aku menunjukkan sikap yang sama ke dia, BUKAN BERARTI aku juga suka sama dia. Tidak percaya?? Coba bapak/ibu tanyakan ke orangnya langsung, pasti jawabannya kurang lebih sama seperti apa yang aku lontarkan.

Menumbuhkan perasaan suka TIDAK SEGAMPANG itu pak, bu... Apalagi untuk manusia yang jenisnya kayak aku. Dengan ego yang begitu tinggi dan juga trauma di masa lalu yang membuatku harus benar-benar selektif dalam memilih pria untuk kujadikan suami di masa depan.

Aku, wanita yang TIDAK MUDAH jatuh cinta!

Dan lagipula, maaf, pakai cara licik untuk menggaet si X??? Hohohooo... Maaf-maaf aja nih yaa pak, bu... Se-menyedihkan apapun kisah asmara yang kualami saat ini, aku tidak akan pernah menggunakan jalan pintas untuk membuat seseorang jadi menyukaiku, apalagi untuk jadi pasanganku. TIDAK AKAN! Aku lebih suka mereka menyukaiku apa adanya. Kalau mau yaa ayok, kalau tidak mau yaa bodo amat. Aku tidak akan ambil pusing untuk urusan yang satu ini.

Jangan suka sembarangan menebak isi hati orang, apalagi jika orang itu aku! Aku tidak suka! Sangat-sangat tidak suka! Ini sama saja dengan melanggar privasi! Si bapak kok doyan banget mencampuri privasi orang lalu berspekulasi yang tidak-tidak??? Tidak takut dapet azab, pak??? Ckckck...

By the way, pak, bu... Perlu kalian ingat, ada banyak faktor kenapa sepasang lawan jenis bisa saling nyaman saat berdekatan. Dan itu tidak melulu karena dibumbui dengan perasaan suka. Hell, NO! Seperti yang aku bilang sebelumnya, menumbuhkan perasaan suka tidak segampang dan sesimpel apa yang terlihat dari luar. Karena apa yang nampak dari luar tersebut bisa saja menipu.

Oh yaa, berbicara soal tipu-menipu, aku mau flashback sedikit...

Beberapa tahun yang lalu, aku pernah dekat dengan seseorang. Saking dekatnya, kita berdua itu udah kayak sepasang kekasih. Tiap malam saling bertelponan sampe kita ketiduran, selalu jalan bareng, saling ngasih perhatian, saling peduli, curhat-curhatan soal masa lalu, bahkan kita sudah punya nama panggilan kesayangan masing-masing. Pokoknya serasa dunia milik berdua deh. Tapi apa endingnya??? Aku, ditinggal!!!

Yaa... Dia, malah jadian dengan wanita lain!

Sakit??? Bukan lagi!

Aku yang selama ini mengira sebagai satu-satunya wanita yang dekat sama dia, satu-satunya wanita yang mendapat perhatian dari dia, ternyata, aku salah! SALAH BESAR! Dibalik sikap peduli dan perhatiannya ke aku yang luar biasa hebat, ternyata dia juga melakukan hal yang sama persis ke wanita lain. Benar-benar upaya penyayatan hati yang maha dahsyat menyakitkan! Berbulan-bulan dadaku sesak dibuatnya. Bertahun-tahun aku menangisi dia lewat tulisan-tulisan galau yang aku buat. Bahkan mengarsipkan list lagu-lagu mellow favorit demi mengenang ketidakadilan yang telah dia perbuat ke aku.

Yaa, baru kali ini aku merasakan patah hati yang luar biasa memilukan.

Itulah kenapa, saat ini, siapapun pria yang sedang dekat denganku, aku tidak akan berpikir "lebih" seperti yang pernah aku lakukan beberapa tahun lalu. TIDAK AKAN! Cukup bagiku dipermainkan sedemikian rupa. Aku tidak ingin kejadian yang serupa terjadi lagi di masa kini.

BIG NO! Aku tidak akan sebodoh itu (lagi)!

Hatiku sudah terlanjur membeku dibuatnya. Butuh usaha keras bagi laki-laki manapun yang ingin mendekatiku untuk mencairkan bongkahan es yang telah lama bersarang di dadaku. Tidak gampang sekarang ini untuk membuatku jatuh cinta. Sekadar perhatian kecil saja tidaklah cukup untuk menarik rasa simpatiku. Apalagi untuk kedekatan yang hanya kadang-kadang seperti ini, yang lalu dengan seenaknya langsung dicap sebagai bentuk rasa suka???

Hell yeah!

Bagiku, jatuh cinta TIDAK SEGAMPANG itu!

Popular Post!

Bawa Aku Pergi dari Sini

Aku Tidak Suka!

Untuk Apa???