Hello 2018!

Dan disinilah aku berada, di tengah keramaian, diantara ribuan manusia yang saling berjejalan memenuhi tiap sudut lantai yang nampak mulai kusut oleh sisa-sisa sampah disembarang arah. Petikan sumbang dari gitar-gitar lusuh yang memaksa meminta rupiah juga ikut meramaikan malam yang super sibuk ini. Dan para pencari rezeki itu, mereka juga tak mau kalah memenuhi kawasan bersejarah ini dengan aneka rupa gerobak dagangan mereka.

Kota tua.

Aku sama sekali tidak pernah terpikir akan berada disini pada malam pergantian tahun kali ini. Dikhayalku, aku akan tetap setia meringkuk manis di dalam kamar, sibuk merangkai doa dan harapan dengan diiringi tangis yang mengalir syahdu diantara tiap-tiap kata yang kuuntai. Lalu kemudian ketika jarum jam menunjukkan angka 00:00, aku akan keluar dari persembunyian, mengelap sisa airmata dan memandang ke arah langit. Gemerlap kembang api yang tumpah ruah memenuhi langit malam sedikit banyak bisa menghibur hati yang sempat berkabut selama beberapa jam ke belakang. Yaa, kupikir aku akan kembali mengulang adegan yang sama seperti tahun-tahun kemarin. Tapi ternyata skenario berubah. Disini, di tengah ribuan nafas yang sama-sama menanti hari baru, aku berada. Menyaksikan dentuman ringan yang kemudian menjelma menjadi sesuatu yang sangat indah di atas sana.

Benar-benar malam yang luar biasa.

Harusnya aku bahagia. Harusnya. Tapi tidak. Aku sama sekali tidak merasakan perasaan itu. Sejak awal aku melangkahkan kaki keluar dari rumah, hatiku hambar. Raga dan jiwaku seakan terpisah. Boleh jadi tubuhku disini, berbaur bersama mereka, tapi tidak dengan pikiranku. Entah melayang kemana dan sejauh apa, aku benar-benar merasa kosong. Aku mungkin terlihat sibuk merekam beberapa momen penting disini, terlihat begitu antusias dengan warna-warni kembang api yang porak-poranda memecah langit malam, tapi sungguh, jiwaku terbang bebas bersama perasaan takut yang kembali menyergap beberapa jam sebelum kumpulan kembang api itu meluncur bebas ke udara.

Apa yang harus aku takutkan???

Disaat yang lain bersuka cita menyambut datangnya tahun baru, aku justru hendak menumpahkan gelombang air yang begitu panas di pelupuk mata ini. Sekuat tenaga aku berusaha menahannya agar tidak tumpah ruah secara cuma-cuma disini. Tidak. Menjadi tontonan gratis dan mendapat sorot kasihan dari orang-orang itu bukanlah rencanaku. Aku kemari untuk bersenang-senang dan menghias story media sosialku, bukannya untuk mendengar kalimat "Orang ini kenapa menangis??"

Seandainya Tuhan mau berbaik hati sedikit saja padaku, mungkin aku tidak perlu merasakan kekosongan ini. Merasa hampa saat disekelilingmu ada jutaan nyawa yang sanggup tertawa lepas semalaman bukanlah hal yang mengenakkan. Ketakutan itu hadir disaat yang tidak tepat. Yaa, tahun ini, benar-benar tahun yang aku takuti. Sungguh aku sangat tidak antusias untuk menyambutnya. Kelebatan ucapan yang pernah singgah di pikiranku sukses mengacaukan kemeriahan malam yang harusnya kusambut dengan gelak tawa.

Tuhan.... Harus berakhir seperti inikah???

Aku tahu dan aku sadar betul, sesuatu yang kutakuti ini adalah sesuatu yang belum pasti. Tapi entahlah, setiap kali kata-kata maut itu mampir di otakku, aku nyaris tidak bisa menahan airmata yang begitu bergejolak di mata ini. Bayangan kesendirian dan rasa bersalah itu benar-benar menjadi momok yang menakutkan untukku. Belum lagi kesialan yang kerap menghadang langkahku semakin membuat ketakutan ini makin menjadi-jadi. Ya Tuhan, mau sampai kapan aku seperti ini???

Benarkah tahun ini akan menjadi awal nasib burukku??? Benarkah jadwal kesialanku sudah semakin dekat??? Jangan Tuhan, jangan! Bisakah semuanya diperlambat sampai semua targetku terpenuhi? Aku benar-benar tidak bisa menjalani hidup dengan bayang ketakutan seperti ini. Airmataku, bisa meledak kapan saja tanpa bisa aku kontrol. Bahkan di tengah keramaian seperti ini saja, sempat-sempatnya aku menangis.

Sungguh aku tidak memiliki kesiapan untuk menyongsong 2018 kali ini. Mentalku benar-benar lemah. Stok airmataku juga semakin banyak dan siap melunturkan dandananku kapan saja tanpa perlu repot-repot aku perintah.

Hello 2018! Aku takut, sungguh!

Popular Post!

Bawa Aku Pergi dari Sini

Aku Tidak Suka!

Untuk Apa???