Tentang Pengkhianatan

Setelah ku ingat-ingat, sejauh ini, ternyata sudah 3 kali aku dikhianati oleh mereka yang aku anggap sebagai sahabat. Pernyataan mereka kepadaku sama, mereka sama-sama memintaku untuk stay disini. Tapi pada kenyataannya, begitu aku mati-matian memilih mereka dan kemudian memutuskan untuk stay disini, mereka malah mengkhianatiku. Mereka hilang, dan menganggap aku seolah tak ada.

Inikah yang dinamakan karma????

Dulu, aku pernah menolak sebuah pernikahan yang ditawarkan padaku. Aku menolak dengan dalih "aku masih terlalu muda untuk menikah", "aku masih ingin bersenang-senang", "aku masih ingin berkarir dan melanjutkan pendidikan". Tapi sekarang, sepertinya aku mulai menyesali penolakan itu. Seandainya waktu itu aku mengiyakan ajakan pernikahan itu, mungkin sekarang aku tak perlu merasakan sakitnya dikhianati oleh sahabat-sahabatku sendiri.

Sakit loh, sakit sekali! Di saat kita berharap mereka benar-benar membutuhkan kita disini, tapi nyatanya, semua itu tak seindah ucapan-ucapan manis yang mereka ucapkan. Itu hanya bualan belaka, hanya untuk menghibur sesaat. Setelah mereka bosan, mereka bisa dengan senang hati mencampakkan kita kapan saja. Seperti saat ini contohnya.

Kalian tahu, betapa aku merindukan kalian??? Betapa aku berharap persahabatan ini akan terjalin selamanya??? Oohh yaa mungkin kalian tak akan pernah tahu. Bahkan untuk hal "sepele pun" kalian mengabaikannya, kalian acuh. Padahal kalian tahu sendiri, betapa aku begitu bersemangatnya saat "hal sepele" tersebut terjadi pada kalian. Tapi tidak untuk kalian, saat aku mengalami "hal sepele" tersebut. Kalian luar biasa angkuh!

Namun sepertinya Tuhan kembali membukakan jalan padaku.

Pria itu kembali. Pria yang selalu kuacuhkan demi mereka yang kupanggil sahabat. Pria yang waktu itu mati-matian mengajakku untuk menikah. Ya Tuhan, jika memang benar Engkau masih menuliskan garis takdir kami untuk hidup bersama-sama dalam satu atap, kumohon berikan kami satu jalan lurus agar kami bisa segera meluluskan niat baiknya tersebut untuk melaju ke jenjang pernikahan. Izinkan aku untuk menebus semua rasa bersalahku pada pria itu. Aku sungguh menyesal telah mengabaikannya kala itu. Dia pria baik, amat baik malah. Sungguh suatu kebodohan mengabaikan pria sebaik itu demi orang yang sama sekali tak layak disebut sebagai sahabat!

Kumohon Tuhan..... Beri aku kesempatan itu satu kali lagi, karena kali ini aku benar-benar menginginkannya untuk menjadi pendamping hidupku kelak :(

Popular Post!

Bawa Aku Pergi dari Sini

Aku Tidak Suka!

Untuk Apa???