Akhirnya Aku Tau Siapa Kau!
Sudah sepantasnya aku bersyukur atas kunjungan silaturahmi salah satu teman terdekatku, Ms. W, tadi siang bersama teman-temannya. Seandainya tadi dia tidak datang, mungkin aku tidak akan pernah tahu apa yang ada di dalam otak pria tersebut. Yaa, pria yg waktu itu begitu rajin singgah di mimpiku, dengan raut muka masam tentunya.
Sebenarnya tadi aku tidak berniat sama sekali mau membicarakan soal patung es itu. Tapi karna dipancing, mau tidak mau aku harus merelakan telinga ini untuk mendengarkan kabar yang kurang mengenakkan tersebut.
Ms. W itu kerja di salah satu kantor kelurahan yang ada di Palembang ini. Berurusan dengan banyak orang sudah menjadi pekerjaannya sehari-hari. Dan kebetulan, pada suatu hari, Ms. W ini kedatangan 1 customer, yang tidak lain tidak bukan si patung es tersebut. Entah ada urusan apa patung es tersebut datang ke kantor kelurahan, yang jelas, atas kunjungannya tersebut, memancing kekepoan sahabatku si Ms. W tersebut untuk bertanya, "Kamu kenal Mia??"
Dan.........kalian tau respon si patung es itu bagaimana?? Dengan entengnya dia menjawab, "tidak kenal!"
Helloooooooo....... Dia ternyata tidak kenal dengan gue, sodara-sodara!! Hebat! Hebaaattttttt sekali!!! Yahh, gimana yaa.... Itu sebenarnya hak dia sih mau mengakui aku atau tidak, tapi caranya itu loh! Dia bisa aja kan harusnya menjawab, "maaf, Mia yang mana yaa??". Tapiiiiii..... Kayaknya dia enggan berbasa-basi seperti itu dan malah mengeluarkan kata-kata yang terdengar menyakitkan seperti itu, di depan sahabat gue lagi!!
Gilaaaakkk! Luar biasaaaa gilaaaakkk!!!
Kamu dendam banget yaa sama aku, sampe-sampe dikasih pertanyaan simpel kayak gitu aja responmu dingin banget??? Yaa...kuakui aku salah. Tapi..... Tidak cukupkah kata maaf yang waktu itu pernah aku lontarkan???? Masih kurang??? Lantas aku harus bagaimana??? Lagian itu kejadiannya sudah lama lewat, dan kamu juga tidak putus sama wanita kesayanganmu itu. Terus, kenapa kamu seperti menyimpan dendam yang begitu bertubi-tubi????
Tidak sampai disitu, temanku juga kembali bertanya, "kamu sudah punya pacar??"
Lalu, dengan songongnya kamu menjawab, "iyaaa, orang P****!"
Helloooooo..... Aku rasa temenku itu gak mau tau pacarmu itu anak mana. Kurasa cukup dengan jawaban, "iya, udah punya.." itu sudah cukup! Tapi kenapa kamu harus menjawab dengan begitu detail?? Jawabanmu itu seolah-olah ingin menunjukkan, "aku udah punya pacar lohh, enggak ngenes kayak temenmu itu!"
Hah!!!
Sumpah!! Ini luar biasaaaaa mengejutkan!! Aku benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan kabar yang kurang mengenakkan kayak gini. Yaahh, sekali lagi kutekankan, itu memang hakmu! Hakmu untuk mengakui siapa aja yang pantas kamu anggap teman. Tapiiiii...... Tahukah kau, bahwa orang yang kau ajak berbicara tempo hari adalah salah satu teman terdekatku, yang mana apabila ada sesuatu yg menyangkut diriku, dia pasti akan melaporkannya padaku?? Tahukah kau???
Tentu saja kamu tidak tau! Tapi kuharap setelah kejadian itu kamu tau yaa, dan bisa menjaga sikap jikalau nanti tiba-tiba temanku tersebut kembali mengintrogasimu! :)
Btw, thanks atas responmu tersebut yaa. Berkat responmu tersebut aku jadi mengetahui 1 hal, bahwa kamu amat sangat membenciku :)
Thankyouuuuu patung es! :)