Ya Sudahlah...!!!
Beginilah endingnya. Seperti yang pernah aku duga jauh-jauh hari, semua berakhir hambar. Tanpa kejelasan, tanpa ada klarifikasi. Melayang begitu saja bak angin yang meniupkan daun-daun dari pepohonan. Tak dipedulikan.
Entahlah. Ini juga salah satu hal yang membuatku lelah. Mengharap sesuatu yang aku tau itu tak akan pernah berubah menjadi kepastian yang aku tunggu-tunggu. Sungguh amat sangat melelahkan & menjemukan.
Masih bolehkah aku berharap akan pencerahan itu?? Aku tau aku salah, tapi setidaknya izinkan aku untuk mendengarkan satu pengakuan dosa yang keluar dari mulutmu. Tidak banyak, hanya satu. Bisakah??? Oohh yaa, tentu saja kau keberatan, bukan?? Mengakui sebuah dosa yang kau pikir tidak kau lakukan merupakan suatu kemustahilan bagimu. Dirimu tidak pernah bersalah! Begitulah kira-kira pikirmu.
Sudahlah, tak ada gunanya lagi membahas sesuatu yang telah basi. Sesuatu yang sudah jauuhhh tertinggal di belakang. Terserah dirimu mau kau apakan ending cerita ini. Digantung atau lekas diberi pencerahan. Kau yang punya kendali. Kau yang punya cerita. Aku sebagai orang yang secara sengaja mengambil peran "berbahaya" diceritamu hanya bisa menunggu. Tak mungkin aku untuk maju. Toh pemeran utamanya adalah kau.
Jika kau memang sengaja memilih ending yang digantung, ya sudah, mungkin itu emang maumu. Aku tak dapat berbuat banyak. Hakmu untuk mengabaikan semua ini. Membiarkannya menguar bebas di udara, melayang-layang tak tentu arah. Entah kapan ini akan berhenti, biar sang penguasa waktu yang akan menjawab.
Sudahlah, aku lelah!