Tuhan... Aku Lelah !!!
Satu persatu kekacauan menyeruak ke permukaan. Mulut-mulut bising itu tak henti-hentinya berkicau menyuarakan protes atas sikapku saat ini. Hah! Tak taukah kalian kalau aku begitu lelah saat ini?! Lelah sampai rasanya seluruh isi perut ini mendesak ingin keluar. Kalian hanya bisa protes, mencela bahkan menghina sesuatu yang harusnya sudah terkubur dalam-dalam. Tapi kalian tak pernah tau apa yang saat ini benar-benar aku rasakan!!
Tertekan!!!
Yaahh, nampak luar aku memang terlihat strong, selalu ceria dan menganggap semua beban itu bagai angin lalu. Tapi heii, batinku hancur!! Hancur lebur rapuh tak tersisa. Kalian pikir enak menjalani hidup seperti ini?? Tampak luar surga firdaus tapi di dalam bagai neraka jahanam!
Sungguh aku mau kabur sejauh mungkin. Dari tempat ini, dari orang-orang itu. Aku mau pergi sampai tak ada satu orangpun yang bisa menemukanku. Aku benar-benar lelah dengan kepahitan ini. Aku sudah capek menunggu kebahagiaan yang katanya bisa datang dari hal-hal yang menyakitkan. Mana??? Semua itu bullshit!!! Mau sampai kapan aku menunggu??? Mau sampai kapan aku harus bersabar???
Hidup seperti ini bukanlah pilihanku. Di saat orang lain bisa berbahagia dengan berbagai pilihan, sedangkan aku hanya bisa bertahan dengan satu pilihan itupun amat sangat menyakitkan. Melelahkan bukan??? Wajar jika aku ingin pergi sejauh-jauhnya dari tempat ini, tempat yang telah melahirkan dan membesarkanku hingga sedewasa ini.
Tuhan....aku benar-benar lelah. Lelah banget! Mau sampai kapan kelelahan ini menggelayuti pundakku?? Bisakah Kau ambil sedikit saja beban ini agar aku bisa bebas bergerak???
Tertekan!!!
Yaahh, nampak luar aku memang terlihat strong, selalu ceria dan menganggap semua beban itu bagai angin lalu. Tapi heii, batinku hancur!! Hancur lebur rapuh tak tersisa. Kalian pikir enak menjalani hidup seperti ini?? Tampak luar surga firdaus tapi di dalam bagai neraka jahanam!
Sungguh aku mau kabur sejauh mungkin. Dari tempat ini, dari orang-orang itu. Aku mau pergi sampai tak ada satu orangpun yang bisa menemukanku. Aku benar-benar lelah dengan kepahitan ini. Aku sudah capek menunggu kebahagiaan yang katanya bisa datang dari hal-hal yang menyakitkan. Mana??? Semua itu bullshit!!! Mau sampai kapan aku menunggu??? Mau sampai kapan aku harus bersabar???
Hidup seperti ini bukanlah pilihanku. Di saat orang lain bisa berbahagia dengan berbagai pilihan, sedangkan aku hanya bisa bertahan dengan satu pilihan itupun amat sangat menyakitkan. Melelahkan bukan??? Wajar jika aku ingin pergi sejauh-jauhnya dari tempat ini, tempat yang telah melahirkan dan membesarkanku hingga sedewasa ini.
Tuhan....aku benar-benar lelah. Lelah banget! Mau sampai kapan kelelahan ini menggelayuti pundakku?? Bisakah Kau ambil sedikit saja beban ini agar aku bisa bebas bergerak???