Alasan Aku Jatuh Cinta Padamu
Ada laki-laki yang ketika dia marah, tapi aku tetap jatuh cinta padanya. Padahal amarahnya begitu besar, semua pesan dia abaikan dengan sengaja. Bahkan kemarahannya itu tembus ke alam mimpiku. Tapi entah kenapa, aku tetap mencintainya.
Karena apa?
Karena dia begitu dewasa.
Semarah apapun dia padaku, dia tak ada niat memutus kontak denganku, di manapun itu. Entah di aplikasi chat BBM, Line, Instagram bahkan Facebook. Ya, dia tak ada memblokirku, tak ada ajang memutus pertemanan, tak ada acara sindir menyindir sampai berabad-abad lamanya. Padahal salahku padanya begitu besar.
Dia hanya diam. Cukup diam.
Memang dia ada menunjukkan kemarahannya, tapi itu hanya terjadi 1x, lewat status BBM-nya. Namun setelah itu dia tak ada lagi menunjukkan kemarahannya yang lain. Hanya sekali itu saja.
Marahnya dia padaku hanya ditunjukkan dengan diamnya saja. Tak ada umbar-mengumbar kemarahan di sosmed, tak ada sindir menyindir. Cukup dia mendiamkanku, ya, itulah bukti pelampiasan kemarahannya.
Ya Tuhan...
Seandainya hal ini terjadi pada pria lain, aku yakin aksi sindir menyindir dan blokir memblokir itu telah terjadi. Tapi tidak dengannya. Sikapnya dalam menghadapiku benar-benar elegan. Bahkan menjelang ajalnya, dia lebih sering menonton storyku di Instagram. Meski hanya menonton saja, tak ada memberi respon chat apapun, namun hal sekecil itu tetap membuatku senang.
Dia memang beda, Tuhan... Dia memang dari pria-pria lainnya 😣
Tuhan...
Seandainya waktu dapat diputar kembali, aku ingin meminta maaf dengan benar dan tulus padanya. Atau jika mungkin, aku ingin memeluknya. Aku ingin menunjukkan padanya bahwa aku benar-benar menyesal sudah menyakitinya. Aku menyesal sudah menghancurkan kepercayaannya padaku.
Aku merindukannya, Tuhan... Benar-benar rindu 💔
Sekarang, dia sudah pergi. Dia sudah Engkau panggil. Aku bahkan belum pernah mendatangi makamnya. Ya, sudah tak ada lagi kesempatan bagiku untuk menatap wajahnya secara langsung, tak ada lagi kesempatan bagiku untuk berbicara padanya.
Aku merindukannya, tapi aku tak bisa lagi menggapainya.
Tuhan...
Masih adakah pria lain yang seperti dirinya?
Masih bisakah aku bertemu pria yang seperti dia?
Aku ingin yang seperti dia, Tuhan...
Yang tetap bisa membuatku jatuh cinta berulang-ulang kali meskipun ia sedang marah besar, meskipun ia membenciku. Ya, aku tetap mencintainya.
Bahkan ketika dia sudah tiada pun, rasa cinta itu sama sekali tak berkurang.
Bisakah aku menemukannya?