Mimpi Kamu

Beb, dalam kurun waktu satu mingguan ini, sudah dua kali aku mimpiin kamu. Ya, kamu muncul dalam mimpiku, beb. Sebenarnya sudah tiga kali sihh. Cuma mimpi yang pertama itu tidak bisa dikatakan "pertemuan sesungguhnya" seperti dua mimpi terbaruku ini. Mimpi pertama itu cuma menggambarkan keadaan kamu yang terlihat seperti seorang anak kecil. Tidak ada obrolan dalam mimpi itu, karena aku hanya mengamatimu dari jauh. Entah apa maksud Tuhan menunjukkan mimpi seperti itu padaku.

Mimpi yang kedua, menggambarkan ketika aku sedang berjalan-jalan. Aku sedang berada di atas sebuah kendaraan umum (*gak tau kendaraannya apa), lalu kemudian aku bertemu dengan kamu. Dan ketika sudah sampai tujuan, kita berpisah. Aku dijemput mamaku, dan kau melanjutkan perjalanan dengan sebuah mobil jeep tua. Pada waktu itu, sebenarnya aku berharap kau menawariku untuk ikut menumpang denganmu. Tapi sayangnya kau sama sekali tidak memberikan penawaran itu. Dan dengan bodohnya, aku tetap menunggu. Berharap kau putar balik lalu menawariku pulang bersama. Hingga akhirnya, sebuah suara asing menyadarkan aku. Tidak tahu itu suara siapa, suara itu berkata begini, "Mii, Sakti sudah pergi. Dia gak akan pernah kembali lagi. Mau selama apapun kau menunggu di sini, dia gak akan muncul lagi. Dia sudah pergi untuk selamanya."

Dan, di sinilah aku tersadar. Masih di dalam mimpi, aku tersadar bahwa kau itu sudah meninggal. Seketika, sesak menyergap dadaku. Ya, bahkan di dalam mimpipun, aku bisa merasakan sesak karena orang yang kutunggu-tunggu ternyata sudah pergi meninggalkan dunia. Hatiku benar-benar perih, beb. Bahkan sampai aku terbangun pun, dadaku berdebar kencang. Perasaan tidak nyaman itu kembali menyergapku selama beberapa saat.

Mimpi ketiga, baru banget terjadi tadi malam. Di dalam mimpi itu, kita kembali berjalan-jalan seperti yang pernah kita lakukan di waktu dulu. Kamu terlihat bahagia banget, beb :') senyum manis terukir di wajah tampanmu. Demi Allah, aku benar-benar merindukan senyummu itu, beb. Aku beruntung diberi kesempatan untuk melihat senyum manismu meski itu hanya di dalam mimpi. Di mimpi itu, kita lalu mampir buat makan. Kau memesan makanan banyak sekali. Aku sendiri sampai heran dengan pesananmu yang banyak itu. Lalu kau bilang bahwa tadi sebelum kau pergi, kau tidak bisa memakan sebanyak ini karena dilarang oleh orang tuamu. Dan sekarang ketika sudah pergi, kau akhirnya bisa bebas memakan semuanya. Nahh, ketika kau mengatakan ini, aku hanya beranggapan maksud kata "pergi" di sini adalah "pergi untuk jalan-jalan". Di mimpi tadi malam, aku tidak merasa bahwa kau itu sudah meninggal. Kau seolah-olah masih hidup, beb.

Beb, aku paham maksud dari mimpi ketigaku itu. Kau ingin menyiratkan bahwa sekarang kau sudah benar-benar bebas dan bahagia. Apa saja yang dilarang ketika kau masih hidup dulu, akhirnya bisa kau nikmati dengan bebas ketika kau sudah berpulang sekarang. Ya, dirimu benar-benar bahagia. Terbukti dari senyuman manis yang tidak terlepas dari wajah tampanmu. Senyum tanda kebahagiaan dan aku beruntung bisa menyaksikannya meski hanya dalam mimpi.

Beb, terima kasih sudah berkenan hadir dalam mimpiku.
Terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk melihat senyuman manismu.
Terima kasih sudah mengobati rindu yang tak terbalas ini.
Terima kasih, beb. Terima kasih 💙

Kau tahu beb, begitu terbangun dari mimpiku tadi, aku menangis. Ada dua hal yang membuat airmataku menetes. Pertama, karena kau akhirnya muncul di mimpiku dengan senyuman yang begitu kurindukan. Kedua, karena aku kembali tersadar bahwa kau sudah tidak ada lagi di dunia. Sudah tidak ada kesempatan bagi kita untuk bertatap muka secara langsung. Sekarang ini, jika aku rindu, aku hanya bisa memandang wajahmu lewat foto-foto yang kau unggah di sosmed. Sudah tidak ada lagi orang pertama yang kuharapkan untuk melihat story yang kubuat, sudah tidak ada lagi moodbooster yang bisa membangkitkan semangatku, dan sudah tidak ada lagi seseorang yang ingin kutunjukkan perubahan-perubahan yang ada di dalam diriku. Ya, sudah tidak ada lagi orang itu. Karena orang itu adalah kamu, beb. Kamu yang sudah berpulang kepada Allah :')

Beb, tadinya, sekitar 2 bulanan sebelum kamu meninggal, aku sempat benci melihatmu yang tiba-tiba muncul di mimpiku dengan senyuman manismu itu. Berhari-hari kau muncul di mimpiku dengan kondisi yang sama, tersenyum manis ke arahku. Sungguh beb, aku benar-benar tidak tahu bahwa mimpi-mimpi itu sebenarnya pertanda bahwa kau akan pergi. Aku justru makin membencimu di kala itu. Aku benci jika senyumanmu itu akan menggoyahkan imanku yang sudah bertekad akan melupakanmu :( maafkan aku beb. Maafkan aku yang sempat mengusirmu agar tak muncul lagi di mimpiku dan berharap kau muncul di mimpi kekasihmu saja :(

Beb, entah kapan aku bisa mendapatkan pengganti kamu. Karena jujur saja, selama ini, tiap kali aku dekat dengan seorang pria, aku selalu berpatokan pada kamu. Ya, aku ingin pria itu seperti kamu. Yang begitu khas, berbeda dan memenuhi semua kualifikasi yang aku mau. Untuk sekarang, aku memang belum menemukannya, beb. Belum ada pria lain yang bisa menyamaimu. Tapi aku yakin, suatu hari nanti, aku pasti bisa menemukannya, meski dengan wajah yang berbeda.

Beb, selamat jalan. Walau aku tidak menghitung waktu kepergianmu, tapi aku tahu sudah 40 hari berlalu sejak kau pergi meninggalkan dunia yang fana ini. Berbahagialah di sana yaa, beb. Di sini, aku akan terus mendoakanmu dan menyimpan wajah serta namamu di tempat paling tersembunyi di relung hatiku. Aku tidak akan melupakanmu, beb. Meskipun nanti aku akan mendapatkan penggantimu. Kau akan selalu menjadi kenangan terindah paling abadi dalam hidupku.

Oh ya beb, satu lagi. Aku tahu dan aku sadar bahwa kau tidak akan pernah bisa lagi untuk mengintip tulisanku di blog ini. Tapi bolehkah aku berharap, Allah akan berbaik hati menyampaikan isi tulisanku ini padamu? Ya, meski kau tak bisa membacanya lagi, Allah maha melihat. Dan semoga Allah berkenan menyampaikan segala bentuk kerinduanku ini padamu.

(Dari aku, wanita malang yang mencintaimu dalam diam, sejak 5 tahun yang lalu) 💔⛄

Popular Post!

Bawa Aku Pergi dari Sini

Aku Tidak Suka!

Untuk Apa???