Selamat Jalan, Mantan Terindah!

Minggu, 12 Juli 2020 tepat pukul 15:00 seperti info yang aku dapat, kau menghembuskan napas terakhirmu. Jujur aku kaget sekali, luar biasa terkejut, aku benar-benar tidak menyangka kau akan pergi secepat ini. Kukira ini hanya main-main, hanya bercandaan adikmu, tapi ternyata tidak. Semua ini benar adanya. Kau benar-benar sudah meninggalkan dunia ini. Bahkan, aku sendiri telat mengetahui kabar soal meninggalnya dirimu. Aku baru tahu sore hari, tanggal 13 Juli setelah jasadmu dikuburkan selepas dzuhur, itupun karena aku tidak sengaja melihat story adikmu. Ya Allah... Seandainya saja kemarin aku tidak online, mungkin sampai hari inipun aku belum mengetahui soal berita duka ini :(

Beb, ada satu penyesalan yang saat ini masih menggelayut di pikiranku. Perihal aku yang tidak pernah ada kesempatan untuk bertemu denganmu untuk meminta maaf secara langsung. Aku memang sudah pernah mengatakannya, dulu, tapi itu hanya lewat DM instagram. Dan kau dengan santainya menjawab bahwa aku tak perlu meminta maaf karena bagimu aku tak punya salah apa-apa padamu. Jujur, aku tetap merasa kurang afdol meminta maaf dengan cara seperti itu. Tapi ya sudahlah, semua telah terjadi, dan kaupun telah pergi. Kau takkan pernah kembali lagi.

Beb, aku harap di atas sana, kau mendengar permintaan maafku, kau mendengar penyesalanku meski rasa-rasanya ini semua terasa mustahil. Allah maha mendengar, dan aku benar-benar berharap Allah berbaik hati mau menyampaikan permintaan maafku padamu. Aku benar-benar menyesal pernah menyakiti kamu di tahun 2016 lalu, membuat kamu marah sebegitu hebatnya, sampai akhinya kau benar-benar tak mengindahkanku hingga akupun terpaksa memberimu julukan "Patung Es". Ya, karena sikapmu yang begitu dingin padaku makanya aku memberimu julukan itu. Tapi satu hal yang aku salutkan, meski aku nyata-nyata bersalah padamu, tapi kau sama sekali tak berniat memutus silaturahim padaku. Jika saja ini terjadi pada pria lain, aku yakin kami pasti sudah blokir-blokiran. Tapi tidak denganmu, kau begitu dewasa menyikapi masalah diantara kita. Dan ini yang benar-benar aku salutkan.

Beb, asal kau tahu, sebenci-bencinya aku ke kamu, sesadis-sadisnya aku bilang bahwa aku sudah tak mencintaimu lagi, jujur, jauuuuhhhhh di lubuk hati aku yang paling dalam, rasa itu tetap ada. Sama sekali tak terkikis bersih seperti yang sering aku ceritakan ke beberapa teman dekatku. Terbukti dari aku yang tak pernah berani untuk melihat story yang kau buat. Aku bahkan dengan terang-terangan men-senyapkan story dan postingan kamu agar tak muncul di timeline. Aku terlalu lemah dan takut untuk melihat kebahagiaanmu bersama wanita lain. Ya, aku masih mencintaimu, mencintaimu dalam diam, mencintaimu dalam jarak yang terlampau jauh.

Beb, aku masih ingat awal mula kita bertemu kembali setelah 5 tahun tak berjumpa. Berawal dari komen-komenan di path, kita lalu bertukar kontak. Dan dari situlah semua berawal. Aku ingat, di awal chattingan kita, kau bilang kau sedang dalam program menaikkan berat badan sebanyak 10 kg. Aku kaget saat kau cerita seperti itu. Tapi katamu itu adalah hal yang lumrah bagi seorang atlet. Apalagi waktu itu kondisinya kau sedang mengejar jadwal pertandingan. Ya, aku mengingat semua momen indah itu dengan baik. Kita yang bernostalgia tentang masa-masa SMA -- kau yang mengolok-olokku karena ke bar-baranku dulu padamu wkwkwk, saling bertukar cerita tentang mantan pacar kita, hingga akhirnya, saat aku memutuskan untuk pulang ke Palembang, kau menjemputku di bandara. Aku ingat, pada waktu itu awal September 2015, kau menjemputku di bandara dengan kemeja putih dan celana hitam. Dan kau tahu beb, pada waktu itu aku begitu deg-degan. Jantungku berdegup sangat kencang karena untuk pertama kalinya setelah 5 tahun, kita bertemu kembali. Sejak inilah kita benar-benar resmi menjadi dekat. Ke mana-mana bareng, kulineran, nonton, karaokean. Hei, aku ingat sesuatu! Soal nonton! Ya, pada waktu itu, kau selalu memaksaku untuk menonton film horor. Sejujurnya aku benci itu, karena aku orangnya suka kagetan klo nonton horor di bioskop. Tapi kau tak peduli, kau justru senang sekali melihatku menjerit ketakutan saat di bioskop -____- dan ya, aku juga ingat, kau paling suka makan steak. Sementara aku paling suka makan sushi. Selera kita bertolak belakang, tapi itu tak pernah menghalangi kita untuk tetap kulineran bareng.

Beb, aku juga ingat perihal panggilan sayang kita waktu itu. Kau yang memanggil aku "ay", sedangkan aku yang memanggilmu dengan sebutan "beb". Panggilan ini meluncur begitu saja tanpa kita rencanakan. Yang awalnya hanya iseng, malah jadi keterusan. Ohya, aku juga ingat kita sering battle main games Line Lets Get Rich. Kita main sampe tengah malam, sampe salah satu dari kita ketiduran. Ya, betapa indahnya masa-masa itu meski hanya sesaat.

Oh ya aku juga ingat, perihal ulang tahunmu tanggal 29 Februari 2016 lalu. Waktu itu aku memintamu untuk datang ke rumah. Dan kau yang waktu itu baru pulang kuliah, akhirnya mampir atas permintaanku. Ya, aku memberimu kado, sebuah Al-Qur'an. Kau tahu tujuan aku memberi Al-Qur'an itu karena apa? Selain agar kau makin giat beribadah pada Allah, aku ingin kau selalu mengingatku. Ya, aku ingin jadi sosok wanita yang spesial di matamu, meski itu tak pernah terjadi.

Beb, asal kau tahu, diantara semua teman-teman priaku, hanya kaulah satu-satunya pria yang dipuji "ganteng" oleh mama dan tanteku. Tanteku malah iseng mencuri intip saat kita lagi ngobrol di teras rumahku dan kau waktu itu sedang memetik gitar, hanya demi melihat wajah tampanmu. Ya, aku ingat, waktu itu kau ingin mengajariku bermain gitar. Semua orang di rumahku kompak memujimu ganteng. Bahkan, saat kemarin kuceritakan perihal meninggalnya dirimu, pujian ganteng itu tetap keluar dari mulut mama. Ya, beb, mamaku tidak pernah melupakan kamu.

Beb, aku juga mau bilang, diantara semua teman-teman pria yang pernah dekat denganku, hanya kau satu-satunya yang berbeda. Ya, kau BERBEDA dari pria-pria lain. Karaktermu, sikapmu, senyummu, benar-benar sesuai dengan apa yang aku inginkan. Semuanya komplit ada didiri kamu. Itulah kenapa aku sulit sekali move on darimu. Sudah berulang kali aku berusaha untuk jatuh cinta pada pria lain, tapi hasilnya tak pernah sama seperti apa yang aku rasakan padamu. Kau, luar biasa berbeda. Wajar jika kekasihmu bahkan adik-adikmu begitu memujamu, karena aku sendiri merasakannya. Kau tidak sama dengan pria kebanyakan.

Beb, aku mau mengungkapkan satu rahasia lain. Aku tahu bahwa kita takkan pernah berjodoh, mau sekeras apapun usahaku, kau takkan pernah untuk melirikku kembali. Jadi, aku mengubah rencana. Jika kelak kita sama-sama sudah menikah dan punya anak, aku berencana akan membuat anakku dan anakmu saling jatuh cinta. Hahahahaaa... aku tahu ini konyol sekali. Tapi entah kenapa aku suka sekali membayangkannya. Membayangkan kau dan aku jadi besan di kemudian hari. Tapi sayang, Allah berkehendak lain, rencanaku buyar, buyar sebuyar-buyarnya. Ternyata kau tidak diizinkan untuk menikah dan memiliki keturunan di dunia ini. Allah menginginkan kau pulang padaNya diusia yang terbilang muda.

Beb, terima kasih banyak karena kau pernah mau meluangkan waktumu untukku.
Terima kasih banyak pernah selalu menuruti segala rengekanku yang tak penting itu, mulai dari memaksa minta ditemani belanja, minta ditemani nongkrong. Ya, kau sesabar itu menuruti semua kemauanku.
Terima kasih banyak sudah menjadi sumber inspirasiku untuk menulis. Kau sosok pria yang luar biasa berbeda. Ada begitu banyak tulisan yang aku lahirkan semenjak aku mengenalmu. Aku bahkan menulis satu cerita fiksi di wattpad yang terinspirasi dari hubungan kita. Tapi, cerita itu sudah lama aku unpublish dan belum aku selesaikan hingga sekarang. Awalnya aku berniat menyelesaikan cerita tersebut jika cerita Paparazzi-ku sudah tamat kubuat. Tapi sayang, kau sudah tak ada lagi. Dan sepertinya aku takkan pernah lagi untuk melanjutkan cerita tersebut. Cerita itu akan aku tarik permanen. Karena aku tak bisa dan tak sanggup meneruskan cerita yang tokohnya sudah tidak ada.
Beb, terima kasih juga sudah bersedia mendengar curhatanku, memberiku saran dan masukan, memberi perlindungan, terima kasih banyak.
Terima kasih sudah menjadi mantan terindah di dalam hidupku.

Beb, selamat jalan. Sekarang kau sudah tidak merasakan sakit lagi. Kau sudah sembuh, kau sudah sehat. Bahagialah di surgaNya Allah ya beb. Meski kepergianmu sangat mendadak, tapi, aku mengikhlaskanmu. Aku juga sudah memaafkanmu. Namamu akan selalu aku kenang, sebagai sosok pria yang luar biasa hebat dalam membuat seorang wanita jatuh cinta.

Selamat jalan, Mantan Terindahku (29 Februari 1992 - 12 Juli 2020)


Popular Post!

Bawa Aku Pergi dari Sini

Aku Tidak Suka!

Untuk Apa???