Sahabat Jadi Cinta

"Bagaimana pendapatmu tentang sahabat jadi cinta??"

Sudah begitu sering saya mendapatkan pertanyaan seperti itu di lapak shoutout ask.fm saya. Tentang dua orang sahabat yang awalnya bersahabat, lalu pada akhirnya mereka saling jatuh cinta. Menurutku itu sah-sah saja. Hanya saja kata hatiku 'sedikit' menentang mengenai cinta yang dijatuhi pada sahabat sendiri tersebut.

Entahlah, bagiku mencintai sahabat sendiri itu ibarat berjudi. Dan silaturahmi lah yang menjadi taruhannya kelak. Oke jika percintaan itu berlanjut hingga ke jenjang pernikahan, tapi jika putus di tengah jalan?? Selain pacar, kita juga akan kehilangan sahabat sekaligus. Menyakitkan bukan?? Sahabat mungkin bisa menjadi pacar, tapi jika mantan pacar menjadi sahabat?? Itu rasanya sulit. Sulit sekali malah. Apalagi jika perpisahannya dibumbui dengan konflik.

Ya aku tahu, yang namanya perasaan, kita tidak akan pernah bisa menebaknya kapan akan bertunas dan bersemi, dan kapan pula akan layu. Semua ada masanya. Boleh jadi awalnya kita berusaha bersikap profesional dalam berteman dengan lawan jenis, tapi seiring berjalannya waktu, semua bisa berubah. Perasaan cinta itu bisa datang kapan saja tanpa perlu repot-repot kita mengundangnya. Dia, yang menurut kita tidak ada daya tariknya buat dijadikan pacar selain mentok di posisi sahabat, mendadak menjelma menjadi sosok yang luar biasa istimewa. Profesionalitas persahabatan yang kita agung-agungkan selama ini bisa porak-poranda dan menghancurkan benteng pertahanan yang sudah susah payah kita bangun.

Manusiawi sih. Karena aku sendiri pernah ada di posisi tersebut meski hanya sesaat. Iya, dulu aku pernah jatuh cinta dengan sahabatku sendiri. Tapi untungnya perasaan itu hanya numpang lewat saja. Tuhan rupanya masih berbaik hati menyelamatkanku dari euforia sahabat jadi cinta. Dia tidak ingin aku kehilangan sahabat yang selama ini menemaniku, makanya rasa itu hanya bertahan sebentar, lalu menguap tak berbekas.

Jadi yaa intinya, semua berbalik ke pribadi masing-masing. Jika kau sudah yakin akan menjatuhkan pilihan hatimu pada sahabatmu sendiri, pastikan rasa cinta itu tak akan pernah memudar sampai pada akhirnya kalian menikah dan menua bersama. Kita tentu tidak ingin kehilangan pacar sekaligus sahabat, bukan?? Dan pastikan juga bahwa sahabatmu tersebut memiliki perasaan yang sama untukmu. Karna apalah artinya mencintai jika hanya bertepuk sebelah tangan?? Aura kecanggungan jelas tidak mengenakkan untuk 2 lawan jenis yang telah lama bersahabat. Maka pikirkan itu baik-baik sebelum mengambil keputusan.

Popular Post!

Bawa Aku Pergi dari Sini

Untuk Apa???

Ucapanmu masih kuingat