Sepertinya Aku Mulai Marah

Entah kenapa emosiku terusik saat membaca kalimat itu. Kata-kata yang singkat, tapi cukup membuat adrenalinku mencapai batas puncak. Boleh jadi itu sebenarnya bukan untukku, tapi untuk orang lain. Tapi feelingku berkata beda. Ada detak tersendiri saat sebuah sinyal halus mengusik penglihatan dan pendengaranku.

Mungkin ini sudah saatnya bagiku untuk mengakhiri semua kegilaan ini.

Jujur, aku kecewa. Apa salahnya jika aku hendak berkreasi dengan kata-kata? Merangkainya dalam sebuah kalimat indah - yang memang harus aku akui, inspirasi itu berasal dari kalian - kemudian menuangkannya dalam bentuk blog ataupun cerita yang saat ini tengah kugarap. Dan aku juga kecewa, saat kalian mulai mengomentari aktivitas terselubungku. Apa itu mengganggu kalian???

Terus terang, aku muak. Jangan sampai aku menuliskan kata-kata yang lebih menyakitkan untuk kalian. Jangan sampai aku menuliskan ending memilukan atas kisah kalian. Asal kalian tau, terkadang, apa yang ditulis oleh seorang penulis, itu bisa saja menjadi sebuah kenyataan. Apalagi jika yang ditulis itu asalnya dari kisah nyata. Tulisan itu bagai kutukan. Aku akui itu.

Kalian tentu tidak mau menjadi sosok yang terkena kutukan atas tulisan-tulisan yang kubuat, bukan??? Maka dari itu, bersikaplah sewajarnya. Anggap saja aku tidak ada. Jalani saja apa yang ingin kalian jalani. Jangan pedulikan aku. Biarkan aku berkreasi dan memutuskan, mau seperti apa akhir yang kuharapkan. Tapi tolong jangan dicampuri, kecuali jika kalian bersedia kisah kalian berakhir tragis di dalam tulisan yang akan aku publikasikan nantinya.

Sekali lagi kuingatkan, tulisan itu bagai kutukan. Jangan sampai apa yang kutulis nantinya, benar-benar kejadian pada kalian!

Popular Post!

Bawa Aku Pergi dari Sini

Aku Tidak Suka!

Untuk Apa???