Tentang Jodoh

Kau tahu, aku tidak pernah menyesali perpisahan ini.

Yaa, bohong jika aku bilang aku tak sakit hati. Bohong jika aku bilang aku tak merasa sesak saat mengucapkan kata perpisahan itu. Bohong jika aku bilang aku tak cemburu jikalau kelak engkau akan menemukan pengganti diriku. Semua bohong. Tapi, haruskah aku mengalah "lagi" demi ketakutan dan bayangan luka yang tak berfaedah itu???

Ini benar-benar sudah di puncak lelahku.

Mempertahankan sesuatu yang jelas-jelas tidak akan pernah berkembang ke arah manapun merupakan suatu kesia-siaan belaka. Jika aku harus terus mengalah hanya karena aku takut terluka, takut cemburu, kapan drama ini akan berakhir?? Kapan???? Kita sudah sama-sama dewasa. Dan kita sudah sama-sama menyadari bahwa hubungan diantara kita ini benar-benar tak sehat lagi. Mau diperbaiki dengan cara apapun, tetap tidak akan pernah mengubah keadaan. Tetap akan seperti ini dan terus mengulang sejarah yang sama.

Aku tau kau kecewa. Akupun juga sama. Tapi mau bagaimana lagi?? Semesta telah mengharamkan kita untuk bersama. Aku tidak mau terkena murka hanya gara-gara keegoisan kita berdua. Lebih baik kita seperti ini. Saling memisahkan diri dan menempuh jalan masing-masing. Kau dengan jalanmu, begitupun dengan aku. Kita cari kebahagiaan kita masing-masing. Tak perlu menoleh lagi ke belakang. Tetaplah fokus dengan apa yang ada di depan. Karena menoleh tetap tak akan pernah mengubah apapun.

Kelak, jika kita bertemu lagi suatu hari nanti, kuharap tak ada dendam apapun yang di tersimpan di hati kita. Cukuplah kisah yang lama terkubur tertimbun waktu yang terus berjalan. Biarkan langit yang akan menghapus perlahan semua memori yang pernah terjadi.

Dan kuharap kau pun bisa segera mengerti. Bahwa memaksakan sesuatu yang bukan kodratnya bukanlah hal yang baik. Semoga hatimu lekas terbuka dan bisa menerima dengan lapang dada keputusan yang telah kita buat!

Popular Post!

Bawa Aku Pergi dari Sini

Aku Tidak Suka!

Untuk Apa???