Izinkan Aku yang Pertama Pergi...
Tuhan...
Kau tahu betapa aku lelah menghadapi semua ini. Aku lelah karena tiap kali selalu mempersembahkan kekecewaan pada mereka yang berharap lebih, pada mereka yang aku sakiti berulang-ulang kali. Aku benar-benar lelah, Tuhan. Aku merasa gagal.
Tiap kali kutatap wajah-wajah yang ku kecewakan itu, kesakitanlah yang pertama kali kurasakan. Yaa, begitu perih. Bak luka basah yang disirami air garam. Amat menyayat hingga ke tulang. Sakit, sakit dan sakit. Tanpa penawar apapun yang bisa menghilangkan rasa sakit itu.
Tuhan...
Terkadang aku penasaran, kira-kira sampai kapan aku harus hidup?? Sampai kapan aku harus menahan semua kesakitan ini?? Ini luar biasa perih, Tuhan! Perih sekali. Aku sudah muak menggunakan topeng-topeng kemunafikan itu di mukaku! Muak! Amat muak! Aku ingin bebas. Aku ingin sekali terlepas dari jerat menyakitkan itu. Tapi kapan??? Kapan, Tuhan????
Ya Tuhan....
Seandainya boleh, izinkan aku untuk pergi menghadapMu terlebih dahulu. Kumohon.... Karena kekuatanku benar-benar habis kali ini. Pijakan yang selalu menopangku perlahan-lahan mulai runtuh. Bersiap untuk menjatuhkanku ke jurang yang paling dalam. Dan sebelum itu terjadi, kumohon ambillah nyawaku terlebih dahulu. Aku tidak siap untuk menjadi hancur berkeping-keping, karena sesuatu yang telah hancur, tak mungkin bisa utuh lagi....
Tuhan....
Aku benar-benar lelah. Sungguh. Aku sudah tidak kuat lagi menatap raut-raut putus asa itu. Ini siksaan. Ini adalah cambuk yang menggelepar hebat di atas tubuh yang membiru. Luar biasa menyakitkan. Aku tidak kuat lagi. Aku nyaris runtuh...
Kumohon Tuhan....sebelum semuanya benar-benar meruntuhkan aku, izinkan aku untuk pergi pertama kali menghadapMu. Karena ini benar-benar perih, benar-benar menyakitkan. Aku tidak kuat lagi.....