Ikhlaskan...

Mungkin ini sudah saatnya bagiku untuk mengikhlaskanmu. Walau sebenarnya aku sendiri tak yakin dengan keputusan yg kubuat. Aku ingin terus maju memperjuangkanmu, menarikmu kembali ke sisiku, tapi sepertinya sulit. Wanita itu terlalu erat mengikatmu sampai-sampai aku tak punya cela untuk mengambil alih dirimu.

Aku mencintaimu. Itu benar. Dan aku mencemburuimu dengan begitu butanya. Itu juga benar. Tapi aku tersadar, segala sesuatu itu ada batasannya. Tak mungkin aku terus-terusan berharap pada sesuatu yg nyatanya memang harus terbang tinggi. Kekuatan yg dulu kupunya, sekarang kian melemah. Aku makin tak mampu untuk mengejarmu yg terus meninggi. Aku hanya bisa menunggumu disini, berharap kau akan berbalik arah dan mengepakkan sayapmu ke arahku. Walau aku tau itu kemungkinannya sangat kecil sekali.

Sekali lagi kukatakan, aku mencintaimu. Tak peduli siapa yg saat ini ada di sisimu dan bagaimana caramu memperlakukanku dengan begitu dinginnya, hatiku ini tetap memilihmu. Meski aku berkata aku ingin mengikhlaskanmu, percayalah, namamu amat sulit tergeser dari hati ini. Namamu akan tetap terus hidup dalam pengikhlasan ini entah sampai kapan...

Popular Post!

Bawa Aku Pergi dari Sini

Aku Tidak Suka!

Untuk Apa???