Kau dan Mimpiku
Untuk yang kesekian kalinya, kau hadir dalam mimpiku. Aku tahu bahwa mimpi itu hanyalah bunga tidur. Tapi tiap kali aku terbangun, aku selalu merasa sesak. Semua yang ada di mimpi itu seperti sesuatu yang nyata. Tatapanmu, tingkahmu, semua terasa begitu nyata. Entahlah! Kecemasan dan kesedihan mendadak bergumul menjadi satu. Membuat hariku menjadi tidak tenang.
Ada apakah gerangan?? Kenapa aku selalu seperti itu tiap kali memimpikanmu?? Hal yang sama sekali tidak pernah kurasakan tiap kali aku bermimpi tentang yang lainnya. Kau... Apa yang kau pikirkan tentangku?? Kenapa begitu kuatnya magnet yang menarikku saat kau muncul dalam mimpiku?? Apa yang terjadi denganmu??
Ooohh...Mungkinkah kau memikirkanku? Walau hanya sekelebatan, mungkinkah??
Bukanlah sesuatu yang indah saat aku memimpikanmu. Kau membisu. Tatapanmu hambar, sehambar sikapmu padaku. Dingin, nyaris membeku. Marahkah? Murkakah? Aku benar-benar tidak bisa memecahkan kodemu yang rumit itu. Apa yang ingin kau tunjukkan padaku? Tak bisakah kau mengungkapkannya secara langsung??
Ooohh...ataukah mungkin aku yang merindukanmu?? Itu lebih mustahil! Sedikitpun aku tak ada memikirkanmu. Kau hadir begitu saja tanpa kupinta. Lalu kemudian pergi dan menyisakan rasa sesak yang berkepanjangan di dadaku.
Apa yang terjadi denganmu? Apa yang tengah kau pikirkan? Aku bukanlah paranormal yang bisa dengan mudahnya mengartikan laku anehmu tiap kali kau hadir di mimpiku. Kau memberi petunjuk yang sama sekali sulit untuk aku baca. Kau.....
Bisakah kita bertemu sekali saja???
Ada apakah gerangan?? Kenapa aku selalu seperti itu tiap kali memimpikanmu?? Hal yang sama sekali tidak pernah kurasakan tiap kali aku bermimpi tentang yang lainnya. Kau... Apa yang kau pikirkan tentangku?? Kenapa begitu kuatnya magnet yang menarikku saat kau muncul dalam mimpiku?? Apa yang terjadi denganmu??
Ooohh...Mungkinkah kau memikirkanku? Walau hanya sekelebatan, mungkinkah??
Bukanlah sesuatu yang indah saat aku memimpikanmu. Kau membisu. Tatapanmu hambar, sehambar sikapmu padaku. Dingin, nyaris membeku. Marahkah? Murkakah? Aku benar-benar tidak bisa memecahkan kodemu yang rumit itu. Apa yang ingin kau tunjukkan padaku? Tak bisakah kau mengungkapkannya secara langsung??
Ooohh...ataukah mungkin aku yang merindukanmu?? Itu lebih mustahil! Sedikitpun aku tak ada memikirkanmu. Kau hadir begitu saja tanpa kupinta. Lalu kemudian pergi dan menyisakan rasa sesak yang berkepanjangan di dadaku.
Apa yang terjadi denganmu? Apa yang tengah kau pikirkan? Aku bukanlah paranormal yang bisa dengan mudahnya mengartikan laku anehmu tiap kali kau hadir di mimpiku. Kau memberi petunjuk yang sama sekali sulit untuk aku baca. Kau.....
Bisakah kita bertemu sekali saja???