Cerita Tentangmu... (Bag. 1)

Siang ini masih mendung. Sisa-sisa air bekas hujan semalam masih menggenang dimana-mana. Udara terasa dingin menusuk meski sekarang sudah hampir pukul 1 siang. Aku sendiri dari tadi hanya bolak-balik di tempat tidur dengan smartphone yang tak pernah lepas dari tangan. Sambil berselimut menghalau dingin, kubuka semua sosmed, tak ada kerjaan. Sesekali aku mengecek bbm, menanti sesuatu yang mungkin saja bisa membuatku tersenyum.

Tapi lagi-lagi aku harus menelan kecewa, karena yang kunantikan tak kunjung nyata. Foto itu masih saja terus dibertengger di Display Picture-nya. Sedikitpun tak berubah. Statusnya pun sama. Tak ada tanda-tanda bakal diubah apalagi dihapus.

Kututup aplikasi bbm ku. Kupejamkan mata sejenak. Siluet kenangan setahun yang lalu perlahan terbuka. Cerita awal kedekatan kami yang mungkin tak terduga oleh kalian, menguar begitu saja memenuhi ruang memoriku. Mendadak dadaku terasa sesak. Oohh Tuhan....bagaimana mungkin semua ini bisa terjadi?? Aku tahu Engkau maha pembolak-balik hati. Tapi tak bisakah kenangan ini ditutup rapat saja?? Sakit rasanya apalagi jika dibandingkan dengan keadaan yang sekarang. 180 derajat jauh berbeda.

Aku masih merindukannya. Sangat. Rasaku padanya sedikitpun tak berubah. Meski awalnya aku sempat kecewa dengan pengkhianatan yang ia lakukan, tapi itu sama sekali tak mengubah perasaanku. Bahkan rasa cemburu yang membabi-buta ini tak sanggup untuk menghancurkan kebahagiannya.

Bodohkah aku? Mungkin! Mengharapkan sesuatu yang jelas-jelas sudah tak peduli lagi padaku merupakan suatu kebodohan yang besar. Tak terhitung lagi berapa banyak dia mengacuhkan aku. Tak terhitung lagi berapa banyak kekecewaan yang ia tancapkan di diri ini. Aku begitu terluka. Tapi ia tak pernah tau apa yang aku rasakan. Kebahagiaannya terlalu besar sampai-sampai ia tidak bisa melihat luka yang kuderita karenanya. Harus sesakit inikah mencintaimu?? Harus seperih inikah mengagumimu dalam diam??

Popular Post!

Bawa Aku Pergi dari Sini

Aku Tidak Suka!

Untuk Apa???