Tahu diri = Tak Sakit Hati
"Gue sakit ati! Gue cemburu!"
Entah yaa, kalimat-kalimat itu selalu saja bermain di pikiranku. Tanpa henti, terus berulang & berulang. Membuatku lupa diri, siapa aku yg sebenarnya. Manusiawi sih, yg namanya manusia berhak punya rasa cemburu kan yaa?? Tak terkecuali aku. Iyaaa, aku! Tak usah kalian tanya kenapa. Karna aku juga manusia!
Aku menyukai seseorang. Seseorang yang belakangan kemarin dekat denganku, yang selalu setia dengerin rengekan-rengekan ku yg kurang penting itu, yg bersedia nemenin aku kemana aja, yg selalu jadi rekan chat yg paling nyenengin. Yaahh, dia adalah moodboosterku! Dia selalu bisa mengubah badmood ku menjadi gelak tawa lagi.
Tapiiiiii.....itu dulu! Jaauuuhhh sebelum "kekacauan" itu muncul. Berawal dari lost contact sesaat yg pada akhirnya malah berakibat fatal seperti ini. Sesuatu yg di luar dugaan datang & mengacaukan semua masa-masa indah itu! -,- aku yg biasanya tersenyum tiap bangun tidur melihat chat dari dia, sekarang udah gak bisa lagi, karna dia telah hilang, raib ditelan penyebab kekacauan itu!
Cemburu??? Jelas!!! Wanita mana yg gak cemburu melihat moodboosternya pergi dengan wanita lain?? Wanita mana yg gak sakit hatinya melihat dia yg dulu selalu bersama kita, sekarang malah acuh tak acuh tak mau mempedulikan kita lagi. Wanita mana heii?? Gak ada! Aku merasakan cemburu yg begitu hebat saat tau dia beralih dariku, melupakan semua yg pernah terjadi & menganggap seolah semuanya tak pernah ada.
Sakiiittttttt banget!! Begitu gampangnya dia mengacuhkan aku, mengabaikan semua ajakanku dengan sikap dinginnya. Tak ingatkah dia, bahwa dulu akulah yg selalu memberinya semangat, membantunya saat kesulitan, mendengarkan semua keluhannya. Heiii.... apa kamu membenciku?? Apa kamu menganggapku sebagai benalu diantara hubunganmu & dirinya makanya kau dengan sadisnya mengacuhkan aku disini?? Sebegitu hebatkah dirinya sampai barang sedikitpun kau tak mau mempedulikan aku lagi???
Sebenernya banyak banget loh yg mau aku ceritain sama kamu. Banyaaakkk banget kegelisahan & keresahan yg aku alamin akhir-akhir ini. Tapi....kamu dimana??? Kamu menghilang! Iyaaa menghilangkan diri lebih tepatnya. Di saat aku butuh kamu, kamu malah menghilang secara terang-terangan. Menyedihkan!
Well, semestinya aku sadar, gak seharusnya aku seperti ini. Mengingat siapa aku yg dulu, rasanya tak pantas aku untuk cemburu. Terlebih lagi kamu adalah sosok yg cukup sempurna, tak pantas bersanding denganku. Haahh iyaaa, harusnya aku selalu mengingat kata-kata ini "Hello mia, kamu itu punya masa lalu suram. Coba pikirkan, masih layak kah kamu untuk jatuh cinta lagi?? Pantaskah jika seandainya nanti kamu merasakan cemburu lagi??". Yahh atau dengan kata lain, aku harus tahu diri!
Yuupp, tahu diri! Seseorang yg sadar akan kekurangan pada dirinya tentu tak akan merasakan kesakitan saat ia tiba-tiba ditinggalkan tanpa alasan. Seseorang yg sadar akan kisah masa lalunya tentu akan lebih "waspada" saat akan ada "kisah baru" yg memasuki hidupnya. Tak perlu merasa di php-in. Yaahh, terkadang rasa php itu muncul saat kita terlalu GR dengan pedekate seseorang kepada kita. Begitupun yg terjadi denganku saat ini. Dulu saat awal-awal akrab, aku juga selalu mewanti-wanti (di dalam hati) untuk tidak berharap banyak padanya. Aku selalu berkomitmen "kita hanya teman biasa, gak bisa lebih". Tapi nyatanya apa?? Seiring berjalannya waktu, perasaan itupun berubah. Akupun gak bisa memungkiri bahwa aku kagum dengan sosoknya. Aku membutuhkannya. Aku selalu berharap untuk bisa selalu ada di saat-sat dia membutuhkan bantuan. Yahh, aku berusaha untuk menarik perhatiannya. Bahkan aku bertekad aku ingin membuatnya JATUH CINTA PADAKU!
Dan tarrraaaaaaaaaaaaa........gimana hasilnya?? Berhasilkah?? GAGAL TOTAL!!! Jangankan jatuh cinta, yg ada sekarang dia malah mengacuhkan aku abis-abisan! Dia mati-matian "menolak dgn halus" semua ajakanku untuk ngedate lagi. Segala alasan dia lontarkan. Entahlah, mungkin dia berharap aku enyah dari hidupnya. Atau mungkin juga dia sudah tau bagaimana kisahku dulu makanya sekarang dia jadi bersikap dingin seperti ini padaku. Hanya Tuhan yg tahu. Yahh...Tuhan maha tahu segalanya. Drama apa yg tengah dia mainkan, hanya Tuhan & dirinya saja yg tahu. Yg perlu aku lakukan saat ini hanyalah "tahu diri"! Iyaaa tahu diri, biar gak sakit hati!