Pagiku... Teruntuk Engkau Disana
Masih berkabut.
Bisa kalian lihat kan bagaimana suasana pagi ini disini? Penuh kabut, sesak, dengan jarak pandang yg tak terlampau jauh. Sama seperti hati ini, yg masih dipenuhi dengan kabut kegelisahan, menyesakkan, berasa tak bebas kemana-mana.
Hei kamu yg disana! Selamat pagi...!
Selamat atas kegagalanmu dalam merebut hatiku kembali. Selamat atas gagalnya kekonyolanmu dalam menarik perhatianku. Maaf, aku sama sekali tak peduli, sama sekali tak tertarik. Sudah cukup jelas kan, namamu sudah aku coret. Ehh tidak, bukan hanya kucoret, tp juga ku injak2 dan kemudian ku bakar bersama dengan kenangan yg terbilang tak sedikit.
Sekali lagi kuucapkan, selamat pagi untukmu disana, dari aku yg tetap setia berharap agar kau segera lupa ingatan. Selamat pagi untukmu disana yg tak pernah lelah untuk menarikku kembali ke dalam kubangan hidupmu. Aku benar-benar berharap kelak suatu hari nanti kau akan sangat kelelahan & tak sanggup lagi mengejarku.
Selamat pagi masa laluku!